Kamis, 06 Desember 2012

masa pra remaja bersama teman-teman ini ceritaku


MASA PRA REMAJA BERSAMA TEMAN – TEMAN

Awal ku mengenal sebuah kota yang setiap harinya jalan tuh tak lagi sepi tapi hiruk pikuk suara kendaraan bermotor sangat bising dan polusi. Beda dengan desa yang aku tempati masa SD sejuk tanpa polusi dan rindang. Itulah kehidupan bertambahnya waktu tidaklah semakin baik makin semakin memburuk.
Pertemuan yang singkat saat semua siswa baru di kumpulkan di tengah lapangan pada pagi hari untuk melakukan sebuah kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS). Saya begitu banyak memiliki teman dari berbagai macam SD yang di kota maupun yang di desa. Pagilanku di SMP alfin tapi gara-gara kakak tingkatku setiap hari ketua osis memanggil ku dengan sebutan ”epin” itulah sebabnya temanku pagil aku itu.
Saya sangat senang sekali memiliki teman yang tak pernah lupa saat saya duduk di kelas 7 D teman saya yang paling akrab adalah putri (si kacamata badman), anisa (si mama lorent), luki (si pikun), yustisia (si ambon), titi (si gendhut), carolina (si endel), vina (si penot), bagus (si gecol), wanwi (si mince), farizha (si arab pati genah), randhi (si bencus), idham (mbah idham), dias (si cagak krewol) dan Rosalina (si cebol).

Kemudian kenaikan kelas 8 E teman saya bertambah walaupun kita pisah kelas dari kelas tujuh tapi kita juga sering main bersama dan ngobrol-ngobrol bersama nongkrong di café Unikated  yang sekarang menjadi café pujasera di Universitas Kanjuruhan dekat dengan sekolah ku. Teman-temanku bertambah yang di kelas yaitu ika (si item), tika (si ngompol), maria (si model), galuh(si lulur) adelia (si jupe), sandra (si montok), laila (si kemayu), rindi (si jongus), hendro (si curut), rudi (si repon), riki (si negro), kay (si imut), arya (si idola/ play boy) itu lah teman yang kita selalu bersama mulai dari les primagama, di sekolahan, nongkrong di café, jalan-jalan ke mall, dan main-main kerumah.
Kenaikan kelas saya dan teman-temanku naik ke kelas 9 C dimana kelas ini ditempati anak yang berprestasi nilai peringkatnya mulai dari kelas 7 sampai kelas 8 kumpul di kelas ini. Ku kira anak pinter-pinter dan rajin-rajin mereka itu individu tapi ini tidak mereka malah menjalin kekompakkan solidaritas tinggi dan sosialnya ada.
Aku berterima kasih kepada ketua kelas 9 C yang telah membuktikan kekelas lainnya bahwa anak pandai dan berprestasi juga memiliki jiwa rasa persahabatan. Banyak sekali teman-temanku kelas 9 tak pernah sedikitpun aku ada konflik sama mereka berbeda saat aku masa SD.

Aku berteman tidak hanya mengenal teman setiap 1 kelasku saja tapi kakak tingkat dan adek tingkatpun ku mengenal akrab. Setiap bertemu selalu sapa dan tersenyum. Apalagi mulai kelas 7-9 aku begitu banyak yang mengenali dan dari awal sudah banyak yang tahu tentang saya. Di SMP 12 Malang inilah prestasi yang ku tujukan banyak sekali, mulai mendapatkan piagam, piala, sertifikat, uang, beasiswa ,dan juga teman dari berbagai daerah dSMP se-Malang raya.
Ujian nasional telah berlangsung alhamdulilah semua teman-temanku lulus kecuali anak 1 dia adalah dias (yayan panggilan dirumahnya / si cagak krewol) aku sedih saat wisuda tak melihat raut wajahnya dia. Aku sama teman-teman setelah pulang dari wisuda dan membersihkan sanggulan di salon saya dengan teman-teman bergegas untuk mengunjungi dias kerumahnya.
Kami dan teman-teman memberikan dukungan agar dia tidak patah semangat lagi. Setelah dari rumah si cagak krewul, teman-temanku main kerumah. Seperti biasa ibu yang belanja masakan,,,aku sama teman-teman cowok dan cewek yang masak dan makan bersama-sama…
Ikh,,, ku ingat si curut dia itu kopros banget,,,,,ngentut besar lagi bau lagi,,saat di dapur  uda bau brambang gak enak egh,,,, dia kentutt… ikhh… curut kemprus,,, ntar masakannya mana enak kena bumbu penyedap entutmu itu bau telur busuk.”kata si kacamata badman sambil nutupi hidung dengan suara cemengkling.
Ayah dan ibu ku senang melihat ke akrabanku dengan teman-teman dan saat kita bermain berbeda saat aku masa SD, dari situlah ayah dan ibuku beri kebebasanku untuk aku berteman dengan siapa saja asal ayah dan ibuku tau dan mengenal anak itu. Aku tak pernah juga di kengkang untuk bermain kerumah siapa?
Selain itu, teman dikota beda dengan teman di desa ku,,, kalau teman didesa tuh suka iri dan tidak senang temannya punya kelebihan, kalau kita pelit gak belikan jajan atau ngasih uang gak di temani beda dengan temanku di kota mereka tidak seperti itu, lagipula dengan aku sangat cocok kita sama-sama suka shoping dan jalan-jalan.
Ngajak teman desa apa-apa naik angkutan aku, makan aku teruz juga belanja baju masa’ dia uda nemani kita dan main gak belikan juga. uhg,,,,,dari situ ternyata sangat terlihat jelas perbandingan antara anak desaku dengan teman di kota.
Ku menyadari bahwa tuh karena factor ekonomi dikeluarganya,tapi ada juga teman dia tuh sok bangett kayak gak maw orang lain itu punya kelebihan,,,,kalau teringat masa sekolah dasar juga benci dan sebel karena sekarang ku sudah dewasa temenku juga sudah banyak dan bisa diajak saling berbagi bersama.
alhamdulilah yah,,,,,sampai sekarang saya masih bisa berkomunikasi dan sering kumpul-kumpul nongkrong kelangganan kita ke cofe time.
Kebersamaan tuh lah sahabat yang tak pernah kulupakan dari hal lucu,hal berantem, hal aneh.nie kejadian yang tak pernah ku lupakan dan selalu teringat setiap pulang sekolah saat aku kelas 9C, saya selalu pulang sekolah dengan teman saya si item, si ngompol, si endel, dan si luntung endut.
Waktu kita jalan pulang lewat perkampungan ada sebuah rumah yang setiap hari lewati saat pulang rumah itu selalu jemur kasur bantal guling dan selimut. Kemudian setiap di depan rumah tersebut, ”egh,,kamu tuh klau tdur jangan ngompol aja tung endut,,,masa di rutan gak ada pampers sih,,”kata si item,,
Kalau selimut di jemur yang buat ejek-ejekkan epin,”epin nie,,selimut slalu di ileri ae,,makax klau bobok jangan ndoweh..”kata si endel. Pokoknya setiap didepan rumah itu kita saling olok-olokan dan ejek-ejekan sampai orang yang punya rumah itu keluar dengan membawa sulak (kebus) ditaruh tangan di atas sambil berkata ”heehhhh,,,awaz kalau setiap hari ramai lewat depan rumahku tak balang ma sulak loh”,,aku pun sama teman-teman lari.

Karena kedebukkan anjing di rumah tetaga tuh bangun dan  di kira si model, anjing tuh tdur dan terbangun karena di lempar’i ma blimbing wuluh dikira di tali ternyataa sama pemiliknya di lepas,,, huiiihhh…kita lari sekenceng mungkinnn… lariiiiiii…. huahh,,,,, anjing tuh semakin mengejar untungnya kita saling berpencar sehingga anjing tuh diam bingung… dan cari kita yang mana..egh,,,aku dan si model uda laari masuk kerumah orang, teruz si item dan si endel lari kegang kecil sembunyi, si lutung endut naik di pohon mangga,, hehehhehh,,lucu baget yah saat tuh,,,yang aku dimarai sama anak kecil,,dikira aku maling karena aku masuk pagar rumahnya orang.
Esok harinya kitapun tetap saja lewat perkampungan warga Kristen, dan semakin banyak teman-teman yang saya ajak dan sensansi yang terjadi setiap lewat situ,jadi kangennn dan teringat teman-teman saat bermain-main. Cukup ini yang bisa aku ceritakan karena hal ini yang bisa mengenang aku saat bersama dengan seorang teman dan sahabat-sahabatku di masa pra remaja.
Terima kasih buat teman-temanku semua yang masih mengontak ku dan masih hubungi aku juga menemuiku untuk mengajak jalan-jalan dan nongkrong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar