MASA PRA REMAJA BERSAMA
TEMAN – TEMAN
Awal
ku mengenal sebuah kota yang setiap harinya jalan tuh tak lagi sepi tapi hiruk
pikuk suara kendaraan bermotor sangat bising dan polusi. Beda dengan desa yang
aku tempati masa SD sejuk tanpa polusi dan rindang. Itulah kehidupan
bertambahnya waktu tidaklah semakin baik makin semakin memburuk.
Pertemuan
yang singkat saat semua siswa baru di kumpulkan di tengah lapangan pada pagi
hari untuk melakukan sebuah kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS). Saya begitu
banyak memiliki teman dari berbagai macam SD yang di kota maupun yang di desa.
Pagilanku di SMP alfin tapi gara-gara kakak tingkatku setiap hari ketua osis
memanggil ku dengan sebutan ”epin” itulah sebabnya temanku pagil aku itu.
Saya
sangat senang sekali memiliki teman yang tak pernah lupa saat saya duduk di
kelas 7 D teman saya yang paling akrab adalah putri (si kacamata badman), anisa
(si mama lorent), luki (si pikun), yustisia (si ambon), titi (si gendhut),
carolina (si endel), vina (si penot), bagus (si gecol), wanwi (si mince),
farizha (si arab pati genah), randhi (si bencus), idham (mbah idham), dias (si
cagak krewol) dan Rosalina (si cebol).
Kemudian
kenaikan kelas 8 E teman saya bertambah walaupun kita pisah kelas dari kelas tujuh
tapi kita juga sering main bersama dan ngobrol-ngobrol bersama nongkrong di
café Unikated yang sekarang menjadi café
pujasera di Universitas Kanjuruhan dekat dengan sekolah ku. Teman-temanku
bertambah yang di kelas yaitu ika (si item), tika (si ngompol), maria (si
model), galuh(si lulur) adelia (si jupe), sandra (si montok), laila (si
kemayu), rindi (si jongus), hendro (si curut), rudi (si repon), riki (si negro),
kay (si imut), arya (si idola/ play boy) itu lah teman yang kita selalu bersama
mulai dari les primagama, di sekolahan, nongkrong di café, jalan-jalan ke mall,
dan main-main kerumah.
Kenaikan
kelas saya dan teman-temanku naik ke kelas 9 C dimana kelas ini ditempati anak
yang berprestasi nilai peringkatnya mulai dari kelas 7 sampai kelas 8 kumpul di
kelas ini. Ku kira anak pinter-pinter dan rajin-rajin mereka itu individu tapi ini
tidak mereka malah menjalin kekompakkan solidaritas tinggi dan sosialnya ada.
Aku
berterima kasih kepada ketua kelas 9 C yang telah membuktikan kekelas lainnya
bahwa anak pandai dan berprestasi juga memiliki jiwa rasa persahabatan. Banyak
sekali teman-temanku kelas 9 tak pernah sedikitpun aku ada konflik sama mereka
berbeda saat aku masa SD.
Aku
berteman tidak hanya mengenal teman setiap 1 kelasku saja tapi kakak tingkat
dan adek tingkatpun ku mengenal akrab. Setiap bertemu selalu sapa dan
tersenyum. Apalagi mulai kelas 7-9 aku begitu banyak yang mengenali dan dari
awal sudah banyak yang tahu tentang saya. Di SMP 12 Malang inilah prestasi yang
ku tujukan banyak sekali, mulai mendapatkan piagam, piala, sertifikat, uang,
beasiswa ,dan juga teman dari berbagai daerah dSMP se-Malang raya.
Ujian
nasional telah berlangsung alhamdulilah semua teman-temanku lulus kecuali anak
1 dia adalah dias (yayan panggilan dirumahnya / si cagak krewol) aku sedih saat
wisuda tak melihat raut wajahnya dia. Aku sama teman-teman setelah pulang dari
wisuda dan membersihkan sanggulan di salon saya dengan teman-teman bergegas
untuk mengunjungi dias kerumahnya.
Kami
dan teman-teman memberikan dukungan agar dia tidak patah semangat lagi. Setelah
dari rumah si cagak krewul, teman-temanku main kerumah. Seperti biasa ibu yang
belanja masakan,,,aku sama teman-teman cowok dan cewek yang masak dan makan
bersama-sama…
Ikh,,,
ku ingat si curut dia itu kopros banget,,,,,ngentut besar lagi bau lagi,,saat
di dapur uda bau brambang gak enak
egh,,,, dia kentutt… ikhh… curut kemprus,,, ntar masakannya mana enak kena
bumbu penyedap entutmu itu bau telur busuk.”kata si kacamata badman sambil
nutupi hidung dengan suara cemengkling.
Ayah
dan ibu ku senang melihat ke akrabanku dengan teman-teman dan saat kita bermain
berbeda saat aku masa SD, dari situlah ayah dan ibuku beri kebebasanku untuk
aku berteman dengan siapa saja asal ayah dan ibuku tau dan mengenal anak itu.
Aku tak pernah juga di kengkang untuk bermain kerumah siapa?
Selain
itu, teman dikota beda dengan teman di desa ku,,, kalau teman didesa tuh suka
iri dan tidak senang temannya punya kelebihan, kalau kita pelit gak belikan
jajan atau ngasih uang gak di temani beda dengan temanku di kota mereka tidak
seperti itu, lagipula dengan aku sangat cocok kita sama-sama suka shoping dan
jalan-jalan.
Ngajak
teman desa apa-apa naik angkutan aku, makan aku teruz juga belanja baju masa’
dia uda nemani kita dan main gak belikan juga. uhg,,,,,dari situ ternyata
sangat terlihat jelas perbandingan antara anak desaku dengan teman di kota.
Ku
menyadari bahwa tuh karena factor ekonomi dikeluarganya,tapi ada juga teman dia
tuh sok bangett kayak gak maw orang lain itu punya kelebihan,,,,kalau teringat
masa sekolah dasar juga benci dan sebel karena sekarang ku sudah dewasa temenku
juga sudah banyak dan bisa diajak saling berbagi bersama.
alhamdulilah
yah,,,,,sampai sekarang saya masih bisa berkomunikasi dan sering kumpul-kumpul
nongkrong kelangganan kita ke cofe time.
Kebersamaan
tuh lah sahabat yang tak pernah kulupakan dari hal lucu,hal berantem, hal
aneh.nie kejadian yang tak pernah ku lupakan dan selalu teringat setiap pulang
sekolah saat aku kelas 9C, saya selalu pulang sekolah dengan teman saya si
item, si ngompol, si endel, dan si luntung endut.
Waktu
kita jalan pulang lewat perkampungan ada sebuah rumah yang setiap hari lewati
saat pulang rumah itu selalu jemur kasur bantal guling dan selimut. Kemudian
setiap di depan rumah tersebut, ”egh,,kamu tuh klau tdur jangan ngompol aja
tung endut,,,masa di rutan gak ada pampers sih,,”kata si item,,
Kalau
selimut di jemur yang buat ejek-ejekkan epin,”epin nie,,selimut slalu di ileri
ae,,makax klau bobok jangan ndoweh..”kata si endel. Pokoknya setiap didepan
rumah itu kita saling olok-olokan dan ejek-ejekan sampai orang yang punya rumah
itu keluar dengan membawa sulak (kebus) ditaruh tangan di atas sambil berkata ”heehhhh,,,awaz
kalau setiap hari ramai lewat depan rumahku tak balang ma sulak loh”,,aku pun
sama teman-teman lari.
Karena
kedebukkan anjing di rumah tetaga tuh bangun dan di kira si model, anjing tuh tdur dan
terbangun karena di lempar’i ma blimbing wuluh dikira di tali ternyataa sama
pemiliknya di lepas,,, huiiihhh…kita lari sekenceng mungkinnn… lariiiiiii…. huahh,,,,,
anjing tuh semakin mengejar untungnya kita saling berpencar sehingga anjing tuh
diam bingung… dan cari kita yang mana..egh,,,aku dan si model uda laari masuk
kerumah orang, teruz si item dan si endel lari kegang kecil sembunyi, si lutung
endut naik di pohon mangga,, hehehhehh,,lucu baget yah saat tuh,,,yang aku dimarai
sama anak kecil,,dikira aku maling karena aku masuk pagar rumahnya orang.
Esok
harinya kitapun tetap saja lewat perkampungan warga Kristen, dan semakin banyak
teman-teman yang saya ajak dan sensansi yang terjadi setiap lewat situ,jadi
kangennn dan teringat teman-teman saat bermain-main. Cukup ini yang bisa aku
ceritakan karena hal ini yang bisa mengenang aku saat bersama dengan seorang
teman dan sahabat-sahabatku di masa pra remaja.
Terima
kasih buat teman-temanku semua yang masih mengontak ku dan masih hubungi aku
juga menemuiku untuk mengajak jalan-jalan dan nongkrong.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar